Rabu, 17 September 2014

PANDUAN PRAKTIS TERNAK IKAN LELE ATAU BUDIDAYA IKAN LELE

PANDUAN TERNAK IKAN LELE ATAU BUDIDAYA IKAN LELE
Bagaimana cara ternak ikan lele atau cara budidaya ikan lele sebetulnya cukup sederhana karena dapat dilakukan oleh siapapun dan dimanapun, memang benar apabila sebagian orang ada yang berpendapat seperti itu karena ikan lele ikan yang adaptif (tahan dalam erbagai kondisi). Apabila anda ingin mencoba untuk beternak ikan lele anda bisa melihat panduan dan tata caranya dibawah ini. Kenapa ikan lele termasuk ikan yang adaptif? Dikarenakan ikan lele dapat beradaptasi di lingkungan perairan manapun.
Namun walaupun demikian, apabila kita ingin melakukan ternak ikan lele ataupun budidaya ikan lele sebaiknya kita mengatahui aturan ataupun teknik budidaya lele atau ternak ikan lele terlebih dahulu, karena hal ini akan berdampak pada hasil akhir dari proses ternak ikan lele atau budidaya ikan lele tersebut.
Dengan kata lain, apabila kita ingin mendapatkan hasil budidaya ikan lele atau ternak ikan lele yang maksimal secara otomatis berarti kita harus menjalankan tahapan budidaya ikan lele ini dengan semaksimal mungkin (tidak asal-asalan). Seperti yang pernah saya alami beberapa tahun kebelakang, karena kurangnya informasi mengenai cara ternak ikan lele maupun budidaya ikan lele ini maka hasilnya pun jauh dari kata maksimal. Dengan alasan seperti itu maka dicatatan singkat ini saya akan mencoba berbagi info bagaimana teknik atau cara ternak ikan lele dan budidaya ikan lele agar mendapatkan hasil akhir yang maksimal.
Panduan cara ternak ikan lele atau budidaya ikan lele ini bersumber dari buku yang berjudul “IKAN LELE” yang ditulis oleh Indriyadi Hastoro. Namun saya tulis kembali dengan menambahkan kata - kata saya sendiri dengan maksud supaya lebih mudah dipahami.
Panduan Cara Ternak Ikan Lele atau Budidaya Ikan Lele
A. Lokasi dan media untuk ternak ikan lele atau budidaya ikan lele

Perlu kita perhatikan letak geografis kolam ternak ikan lele diantaranya :
1.Ketinggian lokasi untuk ternak ikan lele atau budidaya ikan lele di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi (sekitar 700 m dpl). Sedangkan  suhu ideal untuk kehidupan ikan lele antara 25-28°C.
2. Untuk pertumbuhan larva antara 26-30°C.
3. Pada masa pemijahan antara 24-28°C, dan untuk tingkat keasaman (pH) air kolam berkisar 6,5-9.
4. Adapun tingkat kesadahan (derajat butiran kasac) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm.
5. Kekeruhan air (turbidity) yang akan disebabkan oleh lumpur antara 30-60 cm, untuk mengukurnya bisa menggunakan alat yang disebut sicchi disk.
6. Kemudian kadar oksigen (O2) untuk ikan lele dewasa 0,3 ppm sampai jenuh untuk burayak/anak lele. Kandungan CO2 harus kurang dari 12,8 mg/liter pada suhu perairan 25°C dan ammonium terikat 147,29-157,56 mg/l.

Walaupun ikan lele termasuk ikan yang dapat beradaptasi dilingkungan kondisi air minim, kualitas jelek, keruh, kotor serta sedikit oksigen, namun untuk menjaga kualitas ikan lele dan hasil ternak ikan lele atau budidaya ikan lele yang maksimal sebaiknya air kolam untuk pemeliharaan sebaiknya tidak tercemari oleh limbah yang berbahaya.

B. Pembibitan ikan lele
Dalam menjalankan ternak ikan lele atau budidaya ikan lele, tahap pembibitan sangat penting dan harus dipersiapkan dengan baik.
1. Penyiapan induk ikan lele

Ciri-ciri induk jantan dan induk betina dari ikan lele
Ikan Lele jantan ciri-cirinya antara lain :
1. Ukuran kepala lebih kecil
2. Warna kulit dada atau dasar badan lebih gelap dibanding induk betina
3. Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol (meruncing) memenjang ke arah belakang yang terletak di belakang anus dan berwarna kemerahan
4. Gerakannya lincah
5. Tulang kepala pendek dan agak gepeng/pipih(depress)
6. Perut lebih langsing
7. Jika bagian perut di-stripping secara manual dari perut ke arah ekor, akan keluar cairan putih kental (spermatozoa;mani)
8. Kulit lebih halus dibandingkan induk lele betina.

Ikan Lele betina cirri-cirinya antara lain :
1. Ukuran kepala lebih besar
2. Warna kulit dada atau dasar badan agak terang
3. Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar, dan terletak di belakang anus
4. Gerakannya lamban
5. Tulang kepala pendek dan agak cembung
6. Perut gembung dan lunak
7. Jika bagian perut di-stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor, akan keluar cairan kekuning-kuningan (ovum/telur)
8. Kulitnya lebih kasar dibandingkan ikan lele jantan

Induk ika lele yang dipilih harus cukup umur. Ikan Lele lokal mulai dewasa saat berumur 6-8 bulan. Pada umur ini, bobot badan ikan lele lokal mencapai 100 g. Untuk ikan lele dumbo mencapai dua atau tiga kalinya (200-300g). Artinya, pada umur ini induk ikan lele sudah dapat bertelur. Selain itu, pilih induk yang memiliki panjang badan sekitar 20-50 cm.
Untuk ternak ikan lele atau budidaya ikan lele, induk ikan lele hendaknya berasal dari hasil budidaya yang telah terbiasa dengan kehidupan kolam.

2. Persiapan kolam pemijahan ikan lele

Bagian dasar dan dinding kolam ternak ikan lele atau budidaya ikan lele sebaiknya dibuat permanen. Jika tidak memungkinkan, pemijahan dan pemeliharaan ikan lele dapat dilakukan di kolam tanah atau kolam berdinding dengan dasar tanah. Kemiringan tanah dasar kolam dibuat sekitar 5-10 derajat.
Kolam pemijahan ternak ikan lele atau budidaya ikan lele terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian dangkal (70%) dan kubangan (30%). Bagian kubangan dibuat dibagian tengah kolam dengan kedalaman 50-60 cm. Kubangan ini berfungsi sebagai tempat berlindungnya induk ikan lele ketika kolam disurutkan.
Dalam pemijahan ikan lele, pada sisi-sisi kolam perlu disiapkan sarang peneluran. Bagian dalam bak pemijahan perlu dilengkapi sarang berupa kotak kayu tanpa dasar berukuran (25 x 40 x 30) cm sebagai sarang pemijahan.
Bagian atas kotak sarang diberi lubang dan tutup untuk melihat adanya telur dalam sarang ikan lele. Sementara itu, bagian depan kotak sarang sedikit gelap. Sarang ikan lele juga perlu diberi ijuk dan kerikil sebagai media menempatkan telur hasil pemijahan ikan lele.
Selain dari kotak kayu, sarang pemijahan ikan lele juga dapat dibuat dari tumpukkan batu bara, ember plastic, atau batang bekas lainnya. Sebelum digunakan, kotak sarang ikan lele harus berada dalam kondisi higienis. Oleh karena itu, bersihkan sarang ikan lele dengan mencucinya menggunakan air, lalu bilas dengan formalin 40% atau KMnO4, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan.
3. Pemijahan ikan lele
Pemijahan ikan lele dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pemijahan ikan lele alami dan pemijahan ikan lele buatan (suntik/hipofisasi).
Dalam proses pemijahan ikan lele alami ini ada dua cara yaitu, Pemijahan ikan lele berpasangan dan Pemijahan ikan lele massal, namun dicatan ini saya akan menginformasikan hanya pemijahan ikan lele berpasangan saja.

Ikan Lele memijah sepanjang tahun. Pemijahan ikan lele paling banyak terjadi bersamaan dengan datangnya musim penghujan, sepenjang musim hujan hingga peralihan musim kemarau. Sepanjang hidupnya, induk ikan lele khusus budidaya mampu memijah hingga 15 kali. Induk lele yang dipelihara dengan baik akan bertelur setiap 2-3 bulan sekali dan akan terus bertelur hingga berumur 5 tahun.
Selama 10 hari, terhitung dari sejak induk ikan lele dimasukkan ke kolam pemijahan, ketinggian air kolam yang dimasukkan hanya sebatas permukaan kubangan (30-60Cm). pada hari ke 10-20, air kolam dinaikkan sampai 10-15 cm (hingga menutup sarang peneluran ikan lele ), dan pemberian pakan dihentikan.
Dengan perlakuan ini, dalam waktu 10 hari berikutnya induk ikan lele akan memijah dan bertelur dalam sarang yang tersedia. Lebih kurang 24 jam berikutnya, telur akan menetas, burayak atau anak ikan lele bisa tetap berada dalam pengasuhan induk ikan lele atau dipelihara terpisah dalam kolam ipukan (kolam pendederan).
Pemijahan ikan lele berpasangan
Pemijahan ikan lele secara berpasangan tidak jauh berbeda dengan pemijahan ikan lele alami. Perbedaannya hanya terletak pada ukuran kolam pemijahan ikan lele yang dibutuhkan. Bak atau kolam pemijahan ikan lele secara berpasangan dapat dibuat dari semen atau teraso dengan ukuran 1m x 1 m atau 1m x 2 m. Sebagai tempat memijah ikan lele, kolam perlu dilengkapi sarang pemijahan pada bagian dalamnya.

Setelah kolam pemijahan ikan lele siap, tebarkan sepasang induk ikan lele dalam bak yang telah diisi air setinggi sekitar 25 cm. Kondisi air sebaiknya mengalir dan penebaran sebaiknya dilakukan pada pukul 14.00-16.00. Biarkan induk ikan lele selama 5-10 hari dan berikan pakan secara intensif. Memasuki hari 10 hari, sepasang induk ikan lele ini biasanya telah berpijah, bertelur, dan menetaskan telurnya dalam waktu 24 jam. Telur-telur ikan lele yang baik adalah yang berwarna kuning cerah.

Anak-anak ikan lele yang telah menetas dan masih kecil (stadium larva) dapat diberi pakan alami berupa kutu air atau jentik-jentik nyamuk. Setelah ukurannya bertambah besar,anak ikan lele dapat diberi cacing dan kuning telur rebus.

4. Penetasan ikan lele

Penetasan telur ikan lele dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Ditetaskan dikolam ipukan/pendederan ikan lele
2. Dibiarkan menetas secara alami disarang ikan lele yang terdapat pada kolam pemijahan.

Cara 1 ( kesatu )
Terdapat langkah-langkah yang ditempuh jika telur ikan lele dipelihara dalam kolam ipukan (kolam pendederan ikan lele ), yaitu:
1. Segera keluarkan telur begitu pemijahan ikan lele selesai.
2. Pelihara secara intensif telur-telur ikan lele tersebut dalam kolam ipukan (kolam pendederan).
3. Pertumbuhan larva membutuhkan suhu air kolam antara 26-30°C.

Cara 2 ( kedua )
Jika dibiarkan berada dalam asuhan induk ikan lelenya, biarkan telur menetas dan pemisahan burayak dengan induk ikan lele dilakukan secara bertahap.
Adapun pemisahan induk ikan lele dan burayak dilakukan dengan tahapan berikut :
1 Saat benih ikan lele berumur seminggu, segera pisahkan induk betina ikan lele dari kolam dan biarkan pejantan ikan lele tinggal di kolam menjaga anak-anaknya.
2. Setelah berumur 2 minggu, pisahkan anakan dari induk jantan ikan lele. Selanjutnya, keluarkan anakan ikan lele dari sarang dan pindahkan ke kolam ipukan (pendederan).
3. Untuk mengumpulkan burayak, terlebih dahulu air kolam disurutkan hingga sebatas kubangan.
4. Selanjutnya, benih ikan lele dialirkan melalui pipa pengeluaran dan burayak ikan lele yang sudah dipindahkan ke kolam pendederan dapat dipelihara secara intensif.

C. Pembesaran Benih ikan lele

Setelah menetas, benih ikan lele hasil pemijahan perlu mendapat perhatian ekstra dan pemeliharaan intensif. Pemeliharaan  intensif ini diharapkan mampu menekan angka kematian benih ikan lele dan membuat pertumbuhan benih ikan lele umenjadi lebih pesat.
Pemberian pakan ikan lele
1. Pada hari ke-1 sampai ke 3, benih ikan lele tidak perlu diberi pakan tambahan karena masih memiliki kantong kuning telur (yolk sac) yang dibawa sejak menetas.
2. Hari ke-4 hingga akhir minggu ke-2, benih diberi zooplankton, yaitu daphnia dan artemia yang mengandung protein 60%. Dosisnya 70% kali biomassa setiap hari. Dua jenis pakan alami ini diberikan 4 kali sehari. Pakan ikan lele ditebar di sekitar tempat pemasukan air (inlet).
3. Kira-kira 2-3 hari menjelang pemberian pakan zooolankton berakhir, benih ikan lele sedikit demi sedikit dikenalkan dengan pakan berbentuk tepung yang mengandung protein 50%. Pakan tepung tersebut dapat berupa campuran kuning telur, tepung udang, serta sedikit bubur nestum. Untuk membiasakan pada pakan baru tersebut, pakan bentuk tepung diberikan sekitar 10-15 menit sebelum pemberian zooplankton.
4. Minggu ketiga, pakan tepung diberikan sebanyak 43% kali biomassa setiap hari.
5. Minggu keempat, pakan tepung diberikan sebanyak 32% kali biomassa setiap hari.
6. Minggu kelima, pakan tepung dberikan sebanyak 21% x biomassa setiap hari.
7. Minggu keenam, benih diberi pakan berupa pellet apung.
Pendederan dan pembesaran ikan lele
1. Pemeliharaan benih ikan lele dilakukan di kolam ipukan (pendederan) dengan melalui tiga tahapan pendederan, yaitu pendederan 1, 2, 3.
2. Kolam pendederan 1 digunakan untuk merawat benih ikan lele hingga ukurannya mencapai sekitar 1-3 cm. kepadatan kolam pendederan untuk benih ikan lele seukuran ini antara 60-100 ekor/m².
3. Selanjutnya, benih ikan lele ukuran 3 cm ini dipelihara lebih lanjut pada kolam ipukan 2 hingga usianya mencapai 21-30 hari dan panjangnya sekitar 5-6 cm. Benih ikan lele seukuran ini dapat dipelihara kembali dalam kolam ipukan 3 atau bisa juga dijual sebagai benih.
4. Selepas dipelihara dalam kolam ipukan (kolam pendederan) 3 hingga umurnya menginjak 35-45 hari, panjang badan ikan lele telah mencapai 10-15 cm. Benih seukuran ini akan cepat besar apabila dipelihara dalam kolam pembesaran.
5. Walaupun panduan cara ternak ikan lele dan budidaya ikan lele ini sangat singkat, tapi bagi anda yang mau memulai ternak ikan lele atau budidaya ikan lele, info panduan di atas tadi semoga jadi nilai tambah bagi anda dan semoga menjadi informasi yang bermanfaat, namun bagi anda yang ingin mendapatkan info yang lebih lengkap silahkan baca saja bukunya dan sebaiknya tidak tergesa-gesa mempraktekannya.
Sukses untuk anda,kunjungi http//: megawinsuhaimi.blogspot.com

Selasa, 16 September 2014

CARA SORTIR IKAN LELE YANG BAIK DAN EFEKTIF

CARA SORTIR IKAN LELE YANG BAIK
Sortasi, atau penyortiran adalah hal yang biasanya rutin dilakukan oleh pembudidaya ikan lele sangkuriang, terutama para pembudidaya yang sedang membenihkan aataupu dalam segmen pembesaran yang memilih ukuran benih di awal 5-7cm. Baik untuk keperluan pemerataan, atau pun untuk keperluan lainnya. Namun biasanya ada banyak kesalahan yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan lele, saat melakukan penyortiran ikan lele sangkuriang baik di kolam galian tanah atau kolam terpal, khususnya dalam hal ini pemeliharaan Ikan Lele Sangkuriang.
Para pembudidaya Ikan Lele Sangkuriang sering mengabaikan metoda atau cara dalam melakukan penyortiran. Pembudidaya ikan lele dengan lincahnya masuk kedalam satu kolam lalu berpindah ke kolam yang lain. Bahkan juga dengan entengnya memindahkan atau menyortir Ikan Lele dalam satu kolam digabung ke kolam berikutnya. Bila kondisi ikan Lele Sangkuriang yang diperlihara sehat, maka pemindahan ikan lele dari satu kolam ke kolam lain atau proses sortir nyaris tidak ada masalah. Bayangkan jika di satu kolam terdapat bibit penyakit, kemudian menyebar ke kolam-kolam yang lainnya. Selain itu, tindakan yang dilakukan diatas akan menyebabkan Ikan Lele Sangkuriang yang dipelihara stress.
Masalah yang harus dihindari adalah bila Ikan Lele yang di sortir mengalami suatu penyakit, misal: penyakit moncong putih, badan kuning dan penyakit badan ikan Lele yang totol luka. Penyakit ini diakibatkan oleh bakteri dan jamur. Bila benih ikan Lele Sangkuriang mengalami penyakit ini kemudian di pindahkan dan disatukan dengan ikan lele yang sehat, maka proses pemindahan dan sortir akan segera memacu terjadinya wabah yang sangat merugikan. Awalnya cuma satu kolam yang tertular penyakit ini, dalam seketika bisa menjadi wabah yang mematikanpada semua kolam terpal yang ada.
Adapun penyebab tindakan pemindahan benih ikan Lele dari satu kolam ke kolam lain atau sortir akan menjadi wabah, adalah dikarenakan beberapa hal dibawah ini:
1. Ikan Lele Sangkuriang akan mengalami stress,
2. Akan terjadi perkelahian antara benih ikan Lele yang dicampur alias sortir,
3. Hal ini akan berpengaruh pada nafsu makan Lele, sehingga nafsu makannya akan berkurang konsumsi makannya,
4. Bila ada beberapa benih ikan Lele yang mengalami penyakit, maka selain proses pemindahan benih ikan dan sortir akan mempercepat proses penenularan penyakit tapi juga kondisi benih ikan Lele yang sedang tidak fit (sehat), akan membuat penyakit jadi wabah yang sangat merugikan petani ikan.
Tips dan Trik Yang Baik Saat Melakukan Sortir :
a. Sebaiknya hindari proses sortir dan menggabungkan ikan dari satu kolam ke kolam yang lain;
b. Sediakan satu atau dua kolam kecil untuk penyortiran. Bisa untuk tempat sementara benih ikan Lele yang mau dijual, atau tempat penanganan benih ikan Lele yang sedang mengalami penyakit.
c. Penanganan kolam benih ikan Lele yang sedang sakit alias bermasalah harus terpisah, agar kita menghindari kontamiasi ke kolam yang lain.
d. Kalaupun mau melakukan sortir benih ikan Lele sebaiknya dilakukan pada sore atau malam hari. Hal ini hanya untuk mengurangi stress pada benih ikan Lele.
e. Dapat juga mencampurkan endrop (cairan stress pada ayam) pada pakan benih ikan Lele. Berikan pakan campuran tersebut enam jam sebelum benih ikan Lele di sortir. Juga berikan pakan campuran yang sama pada pagi esok harinya.
Demikian artikel ini, semoga dapat menjadi manfaat.
Sukses untuk anda,kunjungi blog kami untuk lebih jelasnya meraih kesuksesan, http//:megawinsuhaimi.blogspot.com

Persiapan Kolam Budidaya ikan lele

TIPS MUDAH BETERNAK IKAN LELE
Beternak ikan lele memang sangat diminati para peternak bahkan para pemula yang ingin belajar beternak ikan.Budidaya ikan lele sangat diminati para peternak karena pasarnya yang terus berkembang. Teknologi budidayanya sederhana dan cukup terjangkau. Bisa dilakukan di berbagai jenis kolam dan ukuran.
Ikan Lele menjadi pilihan bagi para peternak/pemula karena ikan lele adalah ikan yang terkenal bandel ( kuat dan sanggup hidup dalam kepedatan yang tunggi ).Di samping ikan ini memiliki konversi pakan menjadi bobot tubuh yang seimbang.Beberapa kelebihan inilah yang menjadikan budidaya ikan lele menjadi pavorit karena sangat menguntungkan bila dilakukan dengan intensif,fokus dan sabar.
Terdapat dua Divivsi usaha budidaya ikan lele, yaitu divisi pembenihan dan divisi pembesaran. Divisi pembenihan berjuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan divisi pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi. Pada kesempatan kali ini kami KELOMPOK BUDIDAYA IKAN ARJUNA MANDIRI akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele divisi pembesaran.
Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele
Sebelum kita merencanakan tipe kolam yang akan kita persiapkan untuk budidaya ikan lele, harap dipertimbangkan kondisi lingkungan,ketersediaan tenaga kerja,sumber dana yang ada,sumber bibit ikan lele dan yang tidak kalah pentingnya adalah pangsa pasar ikan lele itu sendiri.
Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita akan membahas kolam tanah, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan karena dinilai lebih praktis,ekonomis dan baik untuk pertumbuhan ikan. Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut:
a. Pengeringan dan pengolahan tanah
Pertama sekali yang harus kita perhatikan adalah sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Hal ini sangatlah penting dan sangat menentukan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering.
Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.
Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah.
Bersamaan dengan proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam. Lumpur tersebut biasanya berbau busuk karena menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan ikan.
Setelah tahap pengeringan kita lakukan dengan baik,maka langkah berikutnya adalah.......
b. Pengapuran dan pemupukan
Setelah tahap pengeringan lahan kolam kita lakukan dengan baik,maka langkah berikutnya adalah pengapuran yang dilakukan dengan cara ditebar secara merata di permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.
Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik ditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram per meter persegi.
Tahap Pengapuran dan Pemupukan kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota air seperti fitoplankton dan cacing yang akan sangat berguna untuk makanan alami ikan lele yang akan muncul saat kolam ikan mulai diisi air.Selanjutnya bagaimanakah cara pengisian air kolam yang baik?
c. Pengaturan air kolam
Hal penting yang harus kita perhatikan dalam pengaturan air,ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam dilakukan secara bertahap dan tidak boleh sekaligus penuh,setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Biarkan kolam tersinari matahari selama satu minggu dengan tujuan agar pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen.
Dengan kedalaman seperti itu, sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Air kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan.
Setelah satu minggu, benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara bertahap sampai mencapai ketinggian ideal yaitu 60cm-70cm.
Pemilihan benih ikan lele
Setelah medium kolam siap dan air kolam sudah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan maka sangat perlu diperhatuikan bahwa tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang akan ditebar. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia.
Kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang karena ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. Kami merekomendasikan ikan lele sangkuriang karena kualitas lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.
Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan lele dan teknik pemijahan ikan lele.
a. Syarat benih unggul
Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan tersebut menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik.
Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-7 cm.Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5 bulan sampai dengan 3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.
Atau kita bisa memilih ukuran benih yang lebih besar 9-10cm atau 11-12cm, tentunya semakin besar ukuran benih yang kita pilih akan berbeda pula harganya. Tapi kami merekomendasikan untuk peternak pemula memilih ukuran benih 11-12cm karena resiko kematiannya rendah dan masa panennya lebih cepat yaitu sekitar 40 hari sudah bisa menjadi lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.
b. Cara menebar benih
Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan benih dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih sehingga bisa mengurangi tingkat kematian ikan.
Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.
Menentukan kapasitas kolam
Catatan Penting ....
Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.
Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.
Pakan untuk budidaya ikan lele
Banyak sekali peternak ikan lele yang gagal dalam budidaya ikan lele karena kurang cermat dalam pemberian dan memilih jenis pakan ikan.Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.
Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.
Bila faktor pakan kurang cermat maka akan menjadikan ikan lele ini mengkanibal temannya dan pertumbuhan ikan menjadi tidak merata atau dalam istilah tradisional menjadi RANGSOL.Bila hal ini terjadi maka hasil panen tidak akan maksimal dan jauh dari perhitungan hasilnya atau bisa dipastikan peternak akan rugi.
a. Pemberian pakan utama
Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.
Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa.
Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.
Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari.
Ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih banyak pada sore dan malam hari. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.

b. Pemberian pakan tambahan
Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.
Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.
Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.
Sekali lagi.satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil dan hasil saat panenpun menjadi tidak maksimal dan rangsol ( ada yang besar dan ada yang kecil/tidak merata ).
Pengelolaan air
Hal penting lain dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Bila kurang diperhatikan akan menjadi penyebab utama tingginya tingkat kematian ikan. Jadi untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.
Apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan.
Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.
Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain.
Tenaga Kerja dan Keamanan Lingkungan
Faktor tenaga kerja dan keamanan lingkungan menjadi ujung tombak dalam keberhasilan budidaya ikan lele di samping tahapan - tahapan tekhnis yang harus kita terapkan dalam budidaya ikan lele. Terlebih lagi bila kolam pembesaran ikan yang dimiliki lebih dari 8-10 kolam dan terlebih lagi bila letak kolam kita jauh dari pemukiman maka tenaga kerja yang amanah,jujur dan ulet serta sabar sangat diperlukan.
Bila hal ini kurang kita perhatikan,maka akan sering kita dengar adanya ikan lele terbang atau pakan hilang.Biasanya hal ini baru kita sadari saat panen tiba dan kita mendapatkan hasil panen yang jauh dari perhitungan kita.
Jadi kami merekomendasikan sebaiknya pengawasan dan pekerjaan dilakukan sendiri terlebih dahulu sampai benar-benar kita mendapatkan tenaga kerja yang dapat kita andalkan.
Faktor Alam
Semua bentuk usaha pasti tidak lepas dari resiko,tentunya dengan menjalankan tahapan - tahapan di atas mka kita dapat meminimalisir resiko kegagalan dalam usaha budidaya ikan lele.Namun karena jenis usaha budidaya ikan ini berkaitan dengan makhluk hidup dan alam sekitarnya,maka kita sudah harus siap dengan antisipasi resiko seperti banjir bandang,kemarau panjang,air limbah pabrik.
Dalam hal ini kesiapan mental usaha harus sudah benar - benar dipersiapkan. Di sini kami mempunyai 3 validator dalam bisnis yaitu 3VBMKD.
1. Tujuan Bisnis adalah untuk mendekatkan diri kepada zat yang Maha Kaya.
2. Niat berbisnis kami adalah ibadah dalam rangka menafkahi keluarga.
3. Fokus dalam bisnis sesuai dengan aturan agama dan hukum yang berlaku di negara RI.
Bila kita terapkan 3 validator ini dalam Budidaya ikan kita maka kesejahteraan matewri akan dibalut dengan keindahan spirituil.
Semoga makin diberkahi.http//:megawinsuhaimi.blogspot.com
Panen budidaya ikan lele
Inilah momen yang ditunggu-tunggu para peternak ikan lele, bila tahapan-tahapan mulai dari persiapan kolam yang tepat yaitu meliputi tahap pengeringan,pengolahan tanah,pengapuran dan pemupukan yang sudah tepat. Dilanjutkan pengaturan air yang sesuai, pemilihan dan penentuan ukuran benih yang unggul serta pemberian pakan yang cukup baik pakan ikan utama ataupun pakan tambahan ikan.Sudah dipastikan hasil panen akan sangat bagus sesuai dengan harapan,namun apabila tahapan-tahapan tersebut kurang diperhatikan,maka sudah bisa diprediksikan hasil panen akan gagal total.
Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7 cm. Dan bila kita memilih ukuran benih 11-12cm maka dalam tempo 40 hari akan sudah bisa dipanen juga dengan ukuran 9-12 ekor per kg.Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.
Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran atau muntah saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.
Sukses bersama kami,kunjungi http//:megawinsuhaimi.blogspot.com




MENGENAL HAMA DAN PENYAKIT IKAN LELE SERTA CARA PENANGGULANGANNYA

HAMA DAN PENYAKIT IKAN LELE
Hal penting yang harus setiap peternak yang akan membudidayakan lele wajib mengetahui cara pengendalian hama dan penyakit ikan lele. Disebabkan serangan hama dan penyakit merupakan salah satu resiko yang harus dikendalikan.Hama dan penyakit ikan lele banyak ragamnya, beternak lele tanpa memperhitungkan resiko serangan hama dan penyakit akan membawa malapetaka,tentunya malapetaka yang paling utama adalah kerugian dan bagi peternak pemula akan terkaget-kaget karena setiap harinya akan menemui bibit-bibit ikan lele akan mengambang atau mati dalam jumlah besar.
Serangan hama dan penyakit ikan lele bisa dihindari dengan memperbaiki manajemen budidaya ikan lele itu sendiri. Namun meskipun begitu, tetap saja masih ada faktor eksternal yang tidak bisa dielakkan 100 persen. Banyak hal-hal tidak terduga yang bisa terjadi ketika kita membudidayakan ikan lele,jadi akan banyak faktor yang harus kita waspadai dalam budidaya ikan lele ini.
Sumber hama dan penyakit ikan lele dari faktor internal, antara lain pengaturan pakan yang tidak tepat, benih yang membawa bibit penyakit, sampai pengaturan air yang buruk. Sedangkan dari faktor eksternal antara lain iklim, cuaca, sumber air, serangan wabah regional,tenaga kerja yang kurang handan.keamanan lingkungan kolam dan lain sebagainya.
Pengendalian hama ikan lele
Dalam beternak ikian lele, hama merupakan gangguan yang bersumber dari organisme besar baik yang sifatnya predator, penggangu dan pesaing. Hama ikan lele yang bersifat predator adalah musang, linsang, dan ular. Di daerah perkotaan kucing dan kelelawarpun kadangkala menjadi hama yang perlu di waspadai. Selain itu, ada juga katak yang merupakan predator bagi benih lele yang masih kecil-kecil saat pertama kali ditebar sampai usia dua minggu.
Hama yang dikategorikan pengganggu adalah belut, terutama untuk yang beternak lele di kolam tanah. Binatang ini seringkali membuat lubang di pematang sehingga kolam bocor. Hama yang dikategorikan pesaing adalah Ikan gabus atau mujair, karena ikan ini bisa berkembang biak dalam kolam melalui saluran masuk atau keluar air.
Penanggulangan dari serangan hama bisa dilakukan dengan berbagai hal seperti memagari pinggiran kolam, menyaring jalan masuk dan keluar air, sampai menutup kolam dengan paranet. Apabila kita beternak lele secara intensif, biasanya gangguan hama jarang terjadi karena kolam relatif terawasi terus menerus.jadi hal di atas biasa dialami oleh para peternak yang baru membuat kolam ternaknya.
Pengendalian penyakit ikan lele
Penyakit ikan lele hampir sama dengan penyakit yang ditemui pada ikan tawar lainnya. Penyakit yang biasa menyerang terdiri dari penyakit infeksi yang disebabkan jamur, protozoa, bakteri dan virus. Berikut beberapa penyakit ikan lele yang disebabkan oleh infeksi:
Penyakit bintik putih (white spot), penyebabnya adalah protozoa dari jenis Ichthyphyhirius multifillis. Penyakit ini menyerang hampir semua jenis ikan air tawar. Pada ikan lele banyak menyerang benih. Bintik-bintik putih tumbuh pada permukaan kulit dan insang. Bila terkena ikan akan mengosok-gosokkan badannya ke dinding atau dasar kolam. Peyakit ikan lele ini dipicu oleh kualitas air yang buruk, suhu air terlalu dingin dan kepadatan tebar ikan yang tinggi. Untuk mencegah agar ikan tidak terkena white spot, pertahankan suhu air pada kisaran 28oC dan gunakan air yang baik kualitasnya. Pengobatan untuk jenis penyakit ikan lele ini antara lain dengan cara merendam ikan dalam larutan formalin 25 cc per meter kubik air ditambah dengan malacit green 0,15 gram per meter kubik air selama 24 jam. Pada ikan lele yang sudah besar, penyakit ini juga bisa dihilangkan dengan memindahkan ikan ke kolam dengan suhu 28oC.
Penyakit gatal (Trichodiniasis) disebabkan oleh protozoa jenis Trichodina sp. Gejala penyakit ikan lele Trichodiniasis adalah ikan terlihat lemas, warna tubuh kusam dan sering menggosok-gosokan badannya ke dinding dan dasar kolam. Penyakit ikan lele ini menular karena kontak langsung dan juga lewat perantara air. Kepadatan ikan yang terlalu tinggi dan kekurangan oksigen disinyalir memicu perkembangannya. Penyakit ikan lele ini bisa dicegah dengan mengatur kepadatan tebar dan menjaga kualitas air. Penyakit ini bisa dihilangkan dengan merendam ikan dalam larutan formalin 40 ppm selama 12-24 jam.
Serangan bakteri Aeromonas hydrophila. Penyakit ikan lele yang ditimbulkan bakter ini menyebabkan perut ikan menggembung berisi cairan getah bening, terjadi pembengkakan pada pangkal sirip dan luka-luka disekujur tubuh ikan. Faktor pemicu penyakit ikan lele ini adalah penumpukan sisa pakan yang membusuk di dasar kolam. Untuk mencegahnya, upayakan pemberian pakan yang lebih tepat dan pertahankan suhu air 28oC. Pengobatan yang paling umum pada ikan benih adalah pemberian antibiotik Oksitetrasiklin (OTC). Caranya dengan mencampurkan OTC dengan pakan, takarannya 50 mg per kg pakan. Berikan selama 7-10 hari. Apabila penyakit ikan lele ini menyerang kolam pembesaran, gantilah air kolam dua kali sehari. Pada saat penggantian air, tambahkan garam dapur dengan takaran 100-200 gram per meter kubik.
Penyakit Cotton wall disease, penyebabnya bakteri Flexibacter Columnaris. Bakteri ini menyerang organ dalam seperti insang. Gejala yang ditimbulkannya adalah terjadi luka atau lecet-lecet pada permukaan tubuh, ada lapisan putih atau bintik putih, gerakan renang lambat dan ikan banyak mengambang. Faktor pemicunya adalah pembusukan sisa pakan didasar kolam dan suhu air yang naik terlalu tinggi. Pencegahannya dengan mengontrol pemberian pakan dan mempertahankan suhu air pada 28oC. Apabila ada anggaran lebih, berikan vaksin pada benih ikan. Utuk mengobati penyakit ikan lele adalah dengan memberikan OTC 50 mg per kg pakan yang diberikan 7-10 hari. Cara lainnya, rendam ikan dalam larutan OTC dengan dosis 3-5 ppm selama 12-24 jam. Ikan lele yang diberi antibiotik baru bisa dikonsumsi setelah dua minggu.
Penyakit karena serangan Channel catfish virus (CCV). Virus ini tergolong kedalam virus herpes. Ikan yang terinfeksi tampak lemah, berenang berputar-putar, sering tegak vertikal di permukaan, dan pendarahan dibagian sirip dan perut. Faktor pemicu penyakit ikan lele ini adalah fluktuasi suhu air, penurunan kualitas air dan kepadatan tebar yang tinggi. Untuk mencegah serangan virus ini adalah dengan cara memperbaiki manajemen budidaya, menjaga kebersihan kolam dan pemberian pakan yang berkualitas. Pengobatan ikan yang telah terinfeksi jenis virus ini belum diketahui. Namun penyakit ikan lele ini bisa pulih dengan meningkatkan kebersihan kolam seperti mengganti air kolam hingga ikan terlihat pulih.
Selain penyakit ikan lele di atas, terdapat juga sejumlah penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi melainkan disebabkan oleh kondisi lingkungan, seperti keracunan dan lain sebagainya. Berikut beberapa penyakit non-infeksi yang penting diketahui dalam beternak lele, diantaranya :
Penyakit kuning (Jaundice), penyakit ini akibat dari kesalahan nutrisi pakan. Penyebabnya antara lain kualitas pakan yang buruk, seperti telah kadaluarsa atau pakan disimpan di tempat lembab sehingga pakan rusak. Beberapa keterangan mengatakan jaundice bisa disebabkan oleh pemberian jeroan atau ikan rucah secara kontinyu. Keterangan lain mengatakan serangan jaundice bisa datang apabila dalam air kolam banyak terdapat alga merah.
Pecah usus atau Reptured Intestine Syndrom (RIS). Penyakit ikan lele ini terlihat dari gejalanya yang khas yaitu pecahnya usus. Penyebabnya adalah pemberian pakan yang berlebihan. Ikan lele merupakan ikan yang rakus, berapapun pakan yang kita berikan akan disantapnya sehingga akan memecahkan usus bagian tengah atau belakang. Untuk menghindarinya, lakukan pengaturan pemberian pakan yang efektif. Kebutuhan pakan ikan lele per hari adalah 3-6% dari berat tubuhnya dan harus diberikan secara bertahap, pagi, siang, sore atau malam hari.
Kekurangan vitamin, kasus kekurangan vitamin yang paling sering pada ikan lele adalah kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan tubuh ikan bengkok dan tulang kepala retak-retak. Apabila terlihat penyakit ikan seperti ini, berikan vitamin mix yang banyak dijual di pasar. Dosisinya 1 gram per kg pakan lele diberikan selama 5-7 hari.
Penyakit keracunan, penyakit ini ditimbulkan karena faktor lingkungan seperti air yang tercemar pestisida, atau akibat kimia industri lainnya. Untuk menanggulanginnya, usahakan penggantian air kolam minimal sebanyak 20% setiap dua kali sehari.
Demikian beberapa jenis hama dan penyakit yang sering dialami oleh ikan lele yang kita ternak,jadi tidak perlu panik khususnya 1-3 minggu setelah tebar bibit adalah masa-masa rawan yang harus ekstra hati-hati.. Dengan panduan-panduan yang kami uraikan di atas mudah-mudahan dapat membantu para peternak ikan lele khususnya bagi para peternak pemula. Untuk itu kembali saya sarankan agar memilih ukuran bibit yang aman yaitu 11-12cm sehingga kondisinya sudah aman dari resiko-resiko kematian.
Sukses bersama kami,klik http//:megawinsuhaimi.blogspot.com

CARA MENDAPATKAN HASIL PANEN IKAN LELE YANG BAIK DAN EFEKTIF

TIPS PANEN IKAN LELE YANG BAIK DAN EFEKTIF.
Panen merupakan hal yang paling banyak ditunggu para pembudidaya lele. Untuk ikan lele sangkuriang, Inilah masa yang ditunggu-tunggu setiap peternak ikan lele yaitu masa panen, biasanya dapat dilakukan setelah berumur 50-60 hari atau sesuai dengan habisnya pakan yang diberikan dan ukuran benih yang ditebar di awal ternak. Biasanya untuk 1000 ekor lele sangkuriang setelah diberikan 100 kg pelet, maka ikan lele siap untuk dipanen.
Namun terkadang, waktu panen tidak selalu sesuai dengan perkiraan. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat digunakan untuk dapat panen lele sangkuriang tepat waktu atau sesuai target :
1. Jaga kepadatan tebar kolam (sesuaikan luas kolam dengan ikan yang ditebar di kolam tersebut) contoh : 100 – 120ekor ikan lele sangkuriang /m2.
2. Jaga Kualitas air bila diperlukan (tiap 2minggu sekali buang air dasar 20cm, diganti dengan air baru).
3. Pilihlah bibit lele sangkuriang dengan kualitas terbaik.
4. Setiap pergantian pakan lele sangkuriang tambahkan 10-20cm ketinggian air kolam.
5. Pilihlah dengan bijak pakan pelet berprotein tinggi (min.30%), dan perbandingan pakan dengan bobot ikan pada saat panen adalah 1:1.
6. Berikan pakan lele dengan waktu yang teratur , contoh : pukul 09.00-12.00-15.00-18.00-21.00
7. Sortir ikan minimal 2 minggu sekali agar tidak terjadi kanibal sesama ikan lele karena terkadang tetap pertumbuhan ikan lele tidak bisa rata atau sama besar sampai masuk waktu panen.
Sukses untuk anda,bergabunglah di : http//megawwinsuhaimi.blogspot.com

CARA MEMILIH BENIH UNGGUL IKAN LELE

Kami akan mencoba memberikan pandangan bagaimana cara memilih benih unggul untuk ikan lele.Untuk hasil panen yang baik dalam budidaya ikan lele, tentu saja kita harus memilih benih lele dengan kualitas yang baik yang merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembesaran ikan lele. Kualitas benih ikan lele yang akan dibudidayakan sangat menentukan kesuksesan budidaya lele. Jika terjadi kesalahan dalam memilih benih lele, maka bisa saja usaha budidaya lele akan mengalami kegagalan. Ada beberapa kriteria yang setidaknya harus kita ketahui sebelum membeli benih lele.
Berikut adalah beberapa tips singkat tentang cara memilih benih lele yang berkualitas.
1. Kesehatan (Amati Fisik dan Gerakannya)
Benih lele yang berkualitas memiliki ukuran tubuh yang proporsional (ukuran kepala dan tubuh seimbang), tidak cacat, tidak luka, sungut tidak pucat dan warna tubuh cerah dan mengkilap. Selain itu ciri benih lele yang sehat adalah gerakan aktif, lincah, tidak menggantung serta tidak bergerombol di pojok kolam.
2. Ukurannya Seragam
Kami akan mencoba memberikan pandangan bagaimana cara memilih benih unggul untuk ikan lele.Ukuran benih lele yang tidak seragam akan mengakibatkan pertumbuhan lele menjadi tidak serempak. Ikan lele bersifat kanibal, jika lapar maka ikan lele yang berukuran besar akan memangsa lele lain yang ukurannya lebih kecil. Jika kita menghendaki ukuran benih 5 cm maka sebaiknya toleransi benih ukuran 4 cm dan 6 cm masing-masing tidak lebih dari 10 % populasi.
3. Riwayat Induk/Keturunan.
Berasal dari induk yang unggul. Bukan hasil pemijahan (perkawinan) dengan tingkat kekerabatan yang dekat (inbreeding).
4. Riwayat Penyakit
Ikan pernah sakit atau tidak? Jika benih lele pernah sakit tanyakan bagaimana kronologis dan cara penanganannya. Apakah menggunakan antibiotik, vitamin, atau probiotik, atau bahkan perlakuan teknis saja. Tidak disarankan menggunakan antibiotik dengan dosis berlebihan karena penyakit/bakteri akan bersifat kebal sehingga memerlukan dosis yang lebih tinggi.
Demikianlah 4 tips singkat tentang memilih benih ikan lele yang berkualitas untuk dibudidayakan, semoga berguna dan usaha pembesaran lele kita dapat berhasil dan memuaskan, amin.
Sukses untuk anda,kunjungi situs kami http//:megawinsuhaimi.blogspot.com

PEMASARAN IKAN LELE

Pangsa Pasar Ikan Lele
Bagaimana kita akan memulai usaha tentunya tidak akan terlepas dari permintaan pasar yang berkaitan dengan produk yang sedang kita rencanakan.Kata orang, pangsa pasar lele, termasuk lele sangkuriang bagus. Namun sebaiknya Anda tidak percaya begitu saja. Karena pangsa pasar setiap daerah berbeda-beda, ada perbedaan jumlah permintaan, jumlah pasokan dan juga harga. Nah, untuk melihat keadaan yang sebenarnya, sebaiknya Anda terjun langsung ke beberapa tempat penjualan. Dari tempat itu, Anda bisa mendapatkan informasi pasar.
Pedagang pecel lele salah satunya. Di kota-kota, pedagang ini bertebaran, baik di pusat kota, sudut kota maupun sepanjang pinggiran jalan, terutama jalan raya. Umumnya penjualannya dilakukan dari sore, malam hingga menjelang pagi. Konsumennya sangat beragam, mulai dari pejalan kaki hingga orang bermobil mewah. Anda tinggal menghitung jumlah pedagang dan menanyakan kebutuhannya.
Pasar tradisional berikutnya. Pasar seperti dapat ditemukan di setiap kota. Baik di ibu kota propinsi atau besar maupun di ibu kota kabupaten dan kota atau kecil. Bahkan di kota-kota besar, biasanya pemerintah daerah setempat biasanya membangun beberapa buah pasar tradisional. Di tempat-tempat tersebut, pedagang ikan selalu ada, termasuk menjual ikan lele konsumsi. Tanyakan kebutuhannya setiap hari
Tak hanya pasar tradisonal, supermarket atau toko serba ada juga sekarang turut menjual lele. Itu semua dilakukan bukan tak beralasan, tentu saja karena pemilik tempat itu ingin melayani konsumennya dengan baik. Pada saat konsumen datang semua kebutuhan ada, termasuk ikan lele, tak perlu lagi harus ke tempat lain atau pasar tradisonal. Supermarket ini tidak hanya di kota-kota besar saja, tetapi ke kota-kota kecil.
Tempat yang tidak kalah pentingnya dari tempat lain dalam penjualan lele adalah restoran dan warung nasi, misalnya restoran padang, restoran sunda, warung nasi sunda, warteg (warung tegal). Tempat-tempat itu juga bertebaran dimana-mana, mulai dari pusat kota, pasar, pinggiran jalan hingga ke kecamatan. Tentu saja semua itu karena masakan ikan lele banyak peminatnya.
Pengolah Bahan Makanan dari ikan lele, inilah tempat penjualan yang sangat potensial dimasa nanti. Namun tempat Pengolahan tersebut belum benar-benar berkiprah, karena suplay lele konsumsi untuk tempat-tempat di atas masih kekurangan. Hanya terjadi di daerah-daerah tertentu saja yang memang suplaynya kelebihan. Itupun tidak berlansung selamanya, hanya waktu tertentu saja. Umumnya mereka mengolah lele menjadi ikan asap dan abon.

Demikianlah gambaran pasar lele konsumsi. Meski begitu, pada umumnya tempat-tempat penjualan tersebut atau para penjualannya tidak membeli langsung dari para pembudidaya, tetapi melalui bandar-bandar. Umumnya bandar-bandarpun tidak membeli langsung dari para pembudidaya, tetapi melalui tengkulak-tengkulak. Dan tengkulaklah yang akan tahu para pembudidaya.Bila kita mampu menguasai alur pemasaran tersebut tentunya keuntungan akan lebih besar, tapi harus didukung dengan network dan sarana prasarana yang memadai.

Lalu bagaimana dengan gambaran pasar benih. Tentu saja, hubungannya dengan pasar lele konsumsi, jika permintaan lele konsumsi di sebuah kota bagus, secara otomatis pasar benih juga bagus, mengingat untuk memproduksi lele konsumsi sangat membutuhkan benih lele. Jumlah yang dibutuhkan juga menyesuaikan dengan kebutuhan pasar lele konsumsi. Gambaran pasar lele konsumsi bisa menjadi patokannya.

Pengalaman beberapa orang pembudidaya ikan lele di berbagai kota menggambarkan bahwa pembeli benih lele biasanya datang sendiri ke tempat budidayanya, padahal mereka baru beberapa bulan saja mendirikan usahanya. Ini terjadi, selain kebutuhan lele memang tinggi juga karena mereka lebih senang membeli lele dari daerahnya sendiri daripada harus membeli ke daerah lain. Jadi pasar benihpun akan terbentuk dengan sendirinya.

Dengan cara di atas, Anda bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang kondisi pasar di daerah Anda. Kalau memang pangsa pasarnya bagus, barulah Anda mulai membuat rencana ke depan. Namun jangan lupa, untuk memulainya, Anda tak cukup dengan modal lahan yang luas, uang yang besar dan keinginan yang kuat, ada yang lebih penting, yaitu teknologinya. Karena itu, ikuti pelatihannya di tempat-tempat Pelatihan terdekat.
Anda mau sukses klik : http//megawinsuhaimi.blogspot.com